Archive | business RSS for this section

[Manic Monday] Menghindari Digital Hanya Untuk Digital

Kumpul-kumpul diskusi kelompok Musik, Kewirausahaan dan Teknologi yang kedua sukses terlaksana hari Sabtu lalu, menampilkan beberapa diskusi yang menarik, yang digawangi oleh beberapa pembicara yang piawai di bidangnya.Oon sempat bercerita soal pembuatan aplikasi mobile untuk musik, kemudianArian menjelaskan potensi bisnis yang datang dari music merchandising.Bangwin, yang sudah belasan tahun berkecimpung di digital communities, menceritakan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dalam mengelola komunitas fans, dan Ricky Andrey membagikan sesuatu yang menarik: melihat band sebagai startup dari sisi legal.

Tujuan forum ini memang untuk menyediakan tempat diskusi, tukar pendapat dansharing ilmu untuk para pegiat dan pemerhati industri musik, yang mudah-mudahan memberi landasan ilmu dan ide yang sama untuk memajukan industri musik Indonesia secara umum. Semakin banyak orang yang terlibat, baik dari dalam industri maupun dari luar industri, semakin baik, karena semuanya akan menyumbangkan sesuatu pada wacana perkembangan industri musik. Seperti yang telah saya sering ceritakan lewat kolom ini, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan industri musik, semakin baik, dan semakin baik lagi kalau semua pemain ini terhubung dalam sebuah ekosistem yang saling mempengaruhi dan saling menguntungkan. Jadi, ekosistem harus membesar, dan menciptakan situasi yang menganjurkan simbiosis mutualisme antara fans, musisi dan pekerja industrinya.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Manic Monday] Memberdayakan Musik Dengan Data

Beberapa tahun lalu, jaman saya masih kuliah, saya memiliki sebuah USB thumb drive. Saat itu masih sangat baru dan belum banyak orang memilikinya, sampai saya perlu membawa CD installer drivernya ke mana-mana. Thumb drivetersebut sanggup memuat data sebesar 64 MB, lebih besar dari satu kotak disket yang dahulu selalu saya bawa ke mana-mana, dan pastinya tidak rentan terhadap jamur. Dan hari ini, sepertinya thumb drive ukuran tersebut bahkan sudah tidak dijual; muatan memori 1GB saja biasanya sudah jadi hadiah bonus dan tidak dijual.

Revolusi pertumbuhan penyimpanan data turut mendukung berbagai layanan dan permainan berkembang dan memanfaatkan kemampuan penyimpanan data yang makin besar, seiring dengan makin tingginya kecepatan koneksi internet. Semakin banyak data yang dapat disimpan dan dikomunikasikan – smartphone saja sudah memiliki memori internal standar yang melebihi 64MB. Internet sendiri sudah bukan hanya media penyampaian data, tapi data tersebut sudah diolah berdasarkan keinginan kita. Contoh paling sederhana: mesin pencari akan mencarikan semua halaman web yang sesuai dengan kata-kata kunci yang kita berikan.

Baca lanjutannya di Dailysocial.

[Manic Monday] Mencermati Kembali Royalti

Salah satu pilar utama dari industri-industri yang berbasis hak kekayaan intelektual, adalah royalti. Dalam definisi ini, royalti adalah nilai bagi hasil yang diterima oleh pemilik sebuah hak kekayaan intelektual  atau karya, atas penggunaan karya tersebut oleh orang lain; biasanya mengacu terhadap karya cipta lagu. Royalti ini pun dapat sebesar 0% atau 100%, tergantung perjanjian antara pemilik karya dan pihak yang mau mengeksploitasi. Pada intinya, setiap karyanya dipakai, baik itu diduplikasi, disiarkan ataupun digunakan dengan produk lain (yang dinamakan hak sinkronisasi, biasanya untuk iklan, soundtrack film, dan sebagainya), sang pemilik karya akan mendapat bagian, sesuai dengan kesepakatan.

Kata kuncinya, kesepakatan. Terdapat berbagai kesepakatan antara perwakilan pencipta lagu dan perusahaan rekaman mengenai penggunaan lagu untuk rekaman, dan proses pembayaran royalti dari perusahaan rekaman ke perwakilan pencipta lagu (yaitu penerbit musik atau publisher, yang bertindak sebagai semacam perwakilan bisnis/agen untuk komposer/pencipta lagu) adalah proses bisnis sehari-hari, dan nilai royaltinya pun ada kalanya disepakati pada tingkat industri, antar asosiasi perusahaan rekaman dan asosiasi penerbit musik, untuk periode tertentu. Kesepakatan tingkat industri ini gunanya untuk mengurangi proses negosiasi berulang setiap pembuatan album, dan berlaku untuk semua anggota para asosiasi.

baca penjelasan lanjutannya di Dailysocial.

[Manic Monday] Industri Musik “Baru” Membutuhkan Anda!

Minggu lalu saya berkesempatan untuk mengikuti workshop Lean Startup Machine di Singapura, bersama dengan rekan kontributor Dondi Hananto, yang sudah menuangkan pengalaman dia di workshop tersebut. Singkat kata, workshop tersebut merupakan pengalaman yang cukup berharga, yang saya rekomendasikan pada siapapun yang sedang ingin membangun startup sendiri, ingin mempelajari “cara cepat” untuk customer development, atau ingin mendapatkan perspektif lain mengenai membangun bisnis. Tentunya, metode LSM ini hanyalah satu pendekatan yang bisa diambil untuk membangun sebuah bisnis. Tapi saya harap, buat yang ingin terjun ke dunia startup, pikirkan bahwa yang dibangun adalah sebuah bisnis, bukan hanya sebuah program atau aplikasi.

Dalam tiga hari itu, semua peserta dibagi-bagi dalam kelompok dan diminta membuat sebuah konsep bisnis yang sudah memiliki potensi pelanggan, dan mengerucutkan konsep bisnisnya pada pelanggan-pelanggan potensial tersebut. Apakah bisnis yang diajukan menyelesaikan sebuah masalah? Apakah ada calon pelanggan yang bersedia membayar untuk solusi/layanan yang diajukan? Workshop ini bahkan tidak membahas sedikitpun soal programming, manajemen, atau keuangan – intinya adalah, memvalidasi asumsi bahwa konsep bisnis yang diajukan memiliki potensi pelanggan yang bersedia menggunakan layanan/solusi tersebut.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Manic Monday] Masih Ingat Industri Konten “Lama”?

Satu hal yang tragis dalam kehidupan kita yang kian digital adalah, apapun yang muncul pada kita melalui sebuah ‘layar’ (bisa saja layar TV, komputer ataupun HP) muncul dalam hitungan detik, dan dapat dicari sesuai keinginan. Ada di internet, atau tidak ada sama sekali. Sama sekali tidak ada kondisi peralihan di internet – bahkan layanan yang masih di dalam tahap beta, ya sudah ada, dan Anda tidak akan melihat proses pembangunannya bila tidak melihat secara seksama. Meniru bahan dasarnya yang berupa byte, karena hanya kondisi ’0′ dan ’1′ berlaku. Nyala, atau mati. Dan dalam banyak kasus, baik, atau buruk. Di-’Like’, atau tidak di-’Like’.

Saya berasal dari generasi yang terburu-buru pulang supaya dapat nonton kartun sore di TV, ya karena tidak ada cara lain untuk menontonnya. Sabtu pagi adalah saat yang ditunggu-tunggu karena rentetan kartun yang dapat ditonton dari pagi sampai jam 10, dan sehari dua hari dalam seminggu ditunggu-tunggu karena penasaran episode apa yang akan disajikan serial TV favorit. Dan tentunya, menonton film adalah acara istimewa – semua orang nonton film baru pada saat yang kurang lebih sama, dan pasti akan menjadi topik pembicaraan di antara teman-teman.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Wooz.in] Mercedes-Benz New M Class Launch

Last Friday (29 June 2012), Mercedes-Benz Indonesia held a launching party for their upcoming SUV, the New M Class. The event was held at EX Plaza Indonesia’s parking area, and they had a gigantic tent specially built. Wooz.in helped out with visitor registrations, and guests could immediately share their pictures and status updates at the event just by tapping their guest cards to the assigned stations.

See the pictures at the Wooz.in blog.

[Music Monday] Musiklegal.com And The Fight Against Piracy

Piracy remains a sensitive issue for music labels. Efforts to curb piracy on the national level in Indonesia remains in full steam, with the Ministry of Communication and Informatics blocking 20 illegal mp3 download sites end of May 2012. I tried some of the addresses announced in the article and sure enough, the sites could not be accessed. This action was the result of a lengthy lobbying process by ASIRI (the Recording Industry Association of Indonesia) to the government, while at the same time they also had active discussions with the Phone Credit Theft Task Force appointed by DPR to alleviate and soften the impact made by the government’s decision to reset all mobile services dependent on subscription charged by SMS.

The effort to curb the spread of illegal music copies being spread through the internet would not mean a thing if the music industry did not offer something in its place – sure enough, music download stores have been around since 2009 but they have yet to achieve significant user traction and all-important revenue. Illegal downloads are said to be the cause of  low user traction, and even before that ASIRI has been lobbying the government to start blocking illegal download sites. Since the latest administration seems intent on blocking pornography sites, the same technology could be used to block these illegal music sites. So it was just the matter of political will. Now, the government seems to want to listen to the plight of the music labels, despite only taking action online and not taking care of the equally damaging pirate CD stores.

Read the rest of the post on Dailysocial.

[Music Monday] NKOTBSB: A Great Impulse Buy For Digital Music

For weeks and days heading up to the NKOTBSB concert in Jakarta last Friday, longtime fans have been racking up YouTube views of their videos, and radio stations have been playing songs from NKOTB and Backstreet Boys to prime everybody up for enjoying the concert. Needless to say, on June 1 evening Jakarta time, Twitter was awash with people tweeting from the concert and sending whatever pics they can to share with their friends. The show was a success, but what can we learn and exploit from it?

One of the most basic principles of music marketing is to increase awareness and raise sales, a band or musician should do live shows direct in front of audiences. This applies to new or established artists – pushing a song for increased awareness is sometimes not enough through tv, radio and the internet; but a live show (especially if tied with met-and-greet sessions with fans and autograph sessions) would do a lot to reward fans, retain loyalty, and generate awareness and interest for people who have not previously heard of the band/musician. Bands would tour tirelessly around their country – and around the world – as a way to promote themselves and their most latest album. The music labels in charge would also arrange time for the band/musician to meet with the press, to make sure they get more exposure.

Read the rest of the post at Dailysocial.

[Wooz.in] Smirnoff Ice: Nightlife Exchange Project

Mulai bulan Juni sampai bulan Juli 2012, akan ada rangkaian acara Nightlife Exchange Project dari Smirnoff Ice. Program NEP ini akan berkunjung ke beberapa lokasi di seputar Jakarta, mulai dengan membuat acara di 7 Eleven Pejaten pada hari Jumat, 1 Juni 2012 kemarin.

NEP mendatangkan DJ Leo untuk memberi dentuman nada di 7 Eleven Pejaten, diperkuat oleh permainan visual pada DJ box.

Pengunjung juga dapat ikut lomba untuk menjadi DJ, atau bisa juga foto dengan turntable dengan photobooth Wooz.in.

Setiap pengunjung yang mendaftar untuk program Smirnoff NEP ini akan mendapatkan Smirnoff Passport, yang bisa digunakan untuk datang ke acara-acara Smirnoff NEP berikutnya. Kalau mau ikutan acara Nightlife Exchange Project berikutnya, bakalan ada lagi di 7 Eleven Teluk Betung (dekat Grand Indonesia) tanggal 6 Juni 2012, dan di 7 Eleven Senayan tanggal 15 Juni 2012. Nanti kita umumkan lagi lokasi-lokasi berikutnya ya!

[repost dari blog Wooz.in]

[Music Monday] Selling Your Music On Foreign Shores

I’ve written previously on how we need to move on from the frame of mind that making money from music is confined to selling copies of our music recordings. I’ve even explained how selling digital files of your music will not work in Indonesia, and that we might even need to just forget about the issue of piracy altogether and think of new ways of reaching your fans with your music. But if you think that selling digital copies of your music internationally is a crucial part of your band’s planning, then there are a few ways to do it, and it might make a lot of money for you and your band, too!

Expanding on the post that Widi Asmoro wrote responding to a previous post I wrote, he explained at length on how to prepare your music to be distributed through music aggregator Valleyarm to be sold at iTunesSpotifyemusicAmazon Mp3, and the Nokia Music Store. Going through Valleyarm will ensure your music will be distributed internationally, although I think only Nokia Music has official sales channels in Indonesia. But Valleyarm is not the only music aggregator company you can work with; there are many others to choose from.

Read the rest of the post on Dailysocial.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,756 other followers