Dua Lampu Menerangi Ruangan Ungu

aku lapar, sepertinya aku harus makan. tapi aku tunda sebentar, masih ada sesuatu yang harus aku kerjakan. sempat aku melihat-lihat blog orang lain, yang penuh warna, dan penuh kejadian, sementara blog aku sendiri penuh dengan esai yang mungkin untuk kebanyakan orang tanpa juntrungan yang jelas, tanpa cerita yang pasti, hanya berupa konsep-konsep abstrak yang tumpah ke dalam ketikan tanpa filter dan tanpa struktur. sebagian diriku peduli… sebagian diriku lagi tidak. blog ini punya tujuan lain, dan mungkin seperti blog-blog aku sebelumnya, sebenarnya bukan bersifat berbagi cerita. kata-kataku adalah kanvas dan cat minyakku, tuts kibord yang aku gunakan sebagai kuas. yang tercipta dari proses ini mungkin tak dimengerti oleh orang… mungkin terlalu dimengerti oleh orang.. namun aku adalah diriku yang kesekian dari yang berdiri tiap hari dalam benakku dan tempatku.
jangan ingat kata-kataku, tapi buatlah kata-katamu sendiri; jadilah saksi diri akan kenyataan dalam kepala, dan bukan dalam dunia sekitar.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: