Cerita Kecil Pusat Kota

setelah membeli dua tiket, aku dan Lusi memasuki halte bis menuju landasan untuk menaiki bis transjakarta. Aku membawa tas punggung yang agak besar, supaya dapat membawa dvd playernya Lusi, dan Lusi membawa tas kecil seperti umumnya wanita di kota ini, berisi dompet, hp, beberapa peralatan kecantikan, dan entah apa lagi.
rupanya bis agak penuh hari itu, jadi kita tidak dapat tempat duduk. aku pun menarik Lusi, dan kita berjalan menuju belakang bis, di mana kita akan dapat lebih leluasa berdiri. bis pun mulai berjalan lagi, dengan sedikit tersendat, karena jalan agak tidak rata. kami tanpa sadar berpegangan pada tiang yang sama, dan tangan kami bersentuhan. benar-benar karena setengah kaget mata kita akhirnya saling berpandangan. walau hanya sedetik, seperti seumur hidup, dan seolah-olah banyak hal yang tidak mungkin tersampaikan dalam sekejap, saling tersampaikan. tangan kita pun bergerak mendekat, hingga berpegangan, dengan tiang bis menjadi saksi. di saat itu aku tahu, aku sayang dia, dan dia sayang aku juga.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: