Ikhlas

ketika aku bangun pagi, rasa hampa yang biasanya ada tertelan oleh sebuah perasaan lain; yang kemarin-kemarin aku rasakan seperti jatuh cinta, walaupun tidak jelas aku jatuh cinta pada siapa; namun pagi ini aku rasakan bahwa perasaan itu justru adalah sakit yang sudah teredam, sebuah sakit yang sudah diiringi senyum yang terlatih. Sebuah senyum yang mengikhlaskan cinta maupun mara bahaya, sehingga timbul perasaan yang tenang, dan anehnya berjalan ke arah senang juga.

aku seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa, hanya yang terbaik, dan sisanya aku ikhlaskan dan relakan saja.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: