[Manic Monday] Lisensi Musik Untuk Layanan Digital

Menjalankan bisnis yang melisensikan sesuatu untuk layanan-layanan digital tidaklah mudah. Pertama, karena dasar hukum bisnis lisensi tergantung pada perlindungan hak kekayaan intelektual, yang nyatanya sangat tergantung pada keseriusan pemerintah setempat dalam pelaksanaannya; terlebih lagi adanya perbedaan regulasi di setiap negara, meski berbagai upaya untuk menstandarkannya melalu badan-badan seperti WIPO sudah dilakukan. Bisnis lisensi juga intinya adalah bisnis yang berdasarkan izin, yang bergantung pada kontrol dan kepercayaan – dua hal yang sulit ditegakkan di ranah internet.

Musik adalah salah satu hal yang sangat rumit untuk dilisensikan ke ranah digital. Dalam satu rekaman suara lagu saja, ada dua hak inti yang terkandung di dalamnya, yaitu: hak atas rekaman suaranya sendiri (yang berkait dengan proses rekaman, produser, artis, sound engineer, pemain musik, penyanyi latar, dan sebagainya), dan hak karya cipta lagu (yang terkait ke ciptaan lagunya sendiri, sang pencipta lagu/komposer). Pada awal maraknya layanan digital, banyak perusahaan rekaman harus merevisi semua kontrak-kontraknya dengan para artisnya, yang sebelumnya hanya mencantumkan distribusi musik melalui kaset, CD dan piringan hitam, untuk memasukkan berbagai format digital yang sudah maupun belum diciptakan.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: