[Manic Monday] Melihat Taktik Teknologi Di Balik Film 3D

Selama beberapa tahun ini, film 3D sudah cukup sering tayang di berbagai belahan dunia; bahkan film-film action dan blockbuster sudah hampir pasti ada versi 3Dnya untuk dinikmati penonton. Harga tiket nonton sebuah film 3D sangat bervariasi, tergantung tiap negara, tapi biasanya lebih mahal dari film yang ditayangkan dengan cara biasa (2D). Dan meski ada perbedaan harga ini, minat menonton film 3D, paling tidak di daerah urban, cukup tinggi, setidaknya terlihat dari animo masyarakat menikmati film 3D, bahkan untuk tiket semahal IMAX 3D sekalipun.

Yang menarik dari tren film 3D ini, adalah teknologi di baliknya. Proses produksi film 3D tidaklah mudah, karena paling tidak membutuhkan kamera khusus, atau proses pasca produksi khusus hingga dapat menjadi format yang dapat didistribusikan dengan mudah ke seluruh dunia. Film 3D kini menggunakan media digital, bukan film lagi, namun mempergunakan sistem digital rights managementkhusus sehingga tidak akan bisa dibuka di sembarang komputer. Dan proyektor digital film 3D juga khusus, karena membutuhkan lampu proyektor yang jauh lebih terang (dan jauh lebih mahal), dan memiliki kemampuan memproses proyeksi gambar yang sangat kuat, karena gambar yang diproyeksikan dari file tadi beresolusi tinggi, dan berisi beberapa teknik khusus supaya memberikan efek 3D yang diinginkan.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

English version here.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: