[Manic Monday] Sentuhan Manusia Dalam Era Hiburan Digital

Minggu lalu saya menulis tentang perbandingan industri musik di Indonesia maupun di Vietnam. Perbedaan yang paling mencolok adalah tidak adanya major label, sehingga struktur industri yang biasanya ada dari perputaran lagu baru dan lama, siklus promosi dan media, bahkan distribusi musik sekalipun, dilakukan dengan berbeda. Aliran uang pun berbeda karena di negara lain umumnya infrastruktur distribusi rekaman musik itu sudah ada (seperti toko kaset dan CD) dan alur distribusinya dari perusahaan rekaman, gudang, distributor, hingga toko. Di Vietnam, toko khusus kaset dan CD tidak ada  – kalaupun sebelumnya ada, isinya barang-barang bajakan dan sudah lama hilang.

Yang ingin saya soroti lebih rinci di sini adalah proses promosi sebuah lagu — dan secara otomatis, artis yang menyanyikannya. Umumnya di Indonesia, sebuah “lagu baru” akan didistribusikan ke radio dan media lain, terkadang dengan rilisan pers, atau bahkan konferensi pers. Lagu ini akan diputar dan dibahas oleh media hingga publik makin menyukainya (atau tidak), sehingga bila tiba saatnya mulai menjual lagu atau albumnya, lagu tersebut sudah mendapatkan pengenalan yang maksimal ke publik, menaikkan kemungkinannya untuk mendapatkan penjualan yang tinggi.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

About barijoe

Failed Musician, Reformed Gadget Freak and Eating Extraordinaire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: