Archive | opinion RSS for this section

[Manic Monday] Menyokong Pencipta Lagu Dan Penerbit Musik Dengan Teknologi

Salah satu bagian terpenting – dan seringkali tak diketahui umum – dari industri musik adalah pencipta lagu dan penerbit musik. Yang seringkali tampak di layar kaca maupun konser-konser besar adalah para musisi dan artis, padahal sebenarnya belum tentu lagu yang mereka nyanyikan adalah ciptaan mereka. Memang banyak juga artis dan musisi menulis lagu-lagunya sendiri, tapi banyak juga yang menuliskan lagu untuk orang lain, fokus untuk menciptakan lagu saja dan bukan untuk menjadi entertainer. Ada pula, anggota sebuah band yang piawai menciptakan lagu, sehingga ia menciptakan lagu untuk dinyanyikan orang lain juga.

Menjadi pencipta lagu, atau komposer, itu sudah menjadi profesi, yang kalau dirunut sejarah sudah ada dari jaman klasik. Walaupun beberapa kalangan mungkin membedakan istilah ‘pencipta lagu’ dan ‘komposer’, esensinya sama, bahwa mereka menggubah kumpulan nada-nada menjadi sebuah bentuk ekspresi, terkadang dengan lirik lagunya juga (walaupun kadang penulis lirik lagu itu berbeda dengan pencipta lagunya). Dan seiring jalannya waktu, makin banyaknya pencipta lagu menjadikan perlunya ada pihak yang dapat mewakili, paling tidak untuk manajemen bisnisnya. Dibentuklah profesi dan organisasi yang sekarang kita kenal sebagai penerbit musik (publisher).

Baca selanjutnya di Dailysocial.

English version here.

[Manic Monday] Teknologi Di Balik Lomba Lari

Belakangan ini, Indonesia seperti diserbu oleh tren lari. Lari seolah-olah menjadi ‘hal baru untuk keren’ yang diikuti, meski juga tidak sedikit yang sebenarnya senang akan olahraga ini, dan pastinya tren ini dampaknya jauh lebih bagus ke masyarakat secara umum ketimbang tren, misalnya, makan di restoran cepat saji atau menghabiskan waktu di waralaba 24 jam serba ada, karena tren ini mengadvokasi hidup sehat.

Berbagai komunitas, program dan perlombaan dalam setahun terakhir sudah mulai digelar seputar lari, dan adanya berbagai perlombaan lari ini sudah lebih menjadi sorotan masyarakat. Para pemilik brand berlomba-lomba untuk berinteraksi dengan para pelari ini, untuk mempromosikan minuman energi atau isotonik terbaru, peralatan olahraga terbaru, atau berupaya mengasosiasikanbrandnya dengan cara hidup sehat.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

English version here.

[Manic Monday] Membawa Pameran Ke Abad 21

Di Indonesia, dan terutama di Jakarta, sebagai pusat perdagangan negara ini, tiap minggu digelar berbagai pameran, dari ukuran kecil dalam atrium mal-mal, sampai pameran-pameran besar yang dikunjungi berpuluh ribu orang. Pameran-pameran ini pun meliputi berbagai industri, dari pendidikan, perumahan, elektronik, hingga pameran mobil yang saat ini sedang digelar di JIExpo. Pameran ini pada intinya memenuhi kebutuhan dari industri masing-masing untuk memamerkan dan menjual dagangan atau layanannya, tapi seperti layaknya acara yang dibuka untuk umum, pameran sudah menjadi acara hiburan tersendiri untuk masyarakat.

Dalam pameran berskala kecil maupun besar, pastinya pameran ini bertujuan untuk menarik orang sebanyak-banyaknya untuk datang, sehingga potensi penjualannya makin tinggi. Untuk mendatangkan orang, pameran-pameran ini biasanya menggunakan cara-cara yang berulang kali jitu, yaitu dengan menggelar berbagai acara hiburan, dan terkadang ada undian berhadiah untuk semua pengunjung yang datang. Hiburannya bisa apa saja, dari mendatangkan selebriti, membuat talk show, musik, sulap, tari sampai akrobat. Hadiahnya pun selalu diusahakan yang relevan dengan isi pameran. Cara ini mungkin sudah berjalan hampir puluhan tahun di berbagai penjuru dunia, dan bermodalkan boothyang menarik, SPG yang cantik dan brosur yang informatif.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

English version here.

[Manic Monday] Apa Yang Kamu Bisa Pelajari Dari Krayola

Kali ini saya mau cerita sedikit soal diri saya sendiri – lebih ke pengalaman saya beberapa tahun lalu, menjadi bagian dari band bernama Krayola. Krayola adalah band yang sebenarnya sudah ada cukup lama di dunia musik Jakarta, dan sempat sering bermain di berbagai acara pensi di jamannya. Berhubung semua anggotanya menyambi pekerjaan lain, jadi pergerakan band ini terbilang cukup lambat. Cerita yang cukup klasik di dalam industri musik di Indonesia.

Suatu hari di tahun 2007 (kapan tepatnya saya lupa), saat saya masih bekerja di sebuah perusahaan rekaman, ada temannya teman menghubungi dan menawarkan untuk ikut audisi sebuah band bernama Krayola. Saya diberi beberapa materinya untuk dipelajari, yang akan dimainkan saat audisi. Setelah sebelumnya mencoba bermain bersama sebuah band bernama Oracle (yang akhirnya ternyata musiknya tidak cocok dengan saya sendiri), saya memang sedang mencari band lain dan sempat menyebarkan ke beberapa teman untuk mencari tahu soal band yang mungkin membutuhkan seorang pemain bass.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Manic Monday] Pengaruh Kesenjangan Digital Terhadap Layanan Digital

Kesenjangan digital adalah sebuah keadaaan di mana akses terhadap koneksi internet dan semua layanan yang tersedia melalu internet tidak merata. Pusat-pusat pemerintahan dan perdagangan, k0ta-kota besar di seluruh dunia mungkin semuanya sudah menikmati akses internet, tetapi masih banyak daerah di dunia yang masih belum terjangkau, terutama daerah-daerah pedesaan. Kondisi ini seperti dilema telur dan ayam, berhubung investasi untuk membangun jaringan ke pelosok itu cukup mahal, tapi potensi pengguna internet di daerah-daerah tersebut masih kecil. Ini sebabnya banyak program ‘internet masuk desa’ itu didukung oleh pemerintah ataupun program-program independen seperti yang dilakukan Google.

Negara-negara di dunia berkembang seperti Indonesia cukup beruntung, karena banyak yang nyaris tidak mengalami tahap di mana akses ke internet itu hanya dapat dilakukan melalui jaringan telepon. Ketergantungan pada jaringan telepon berkabel, seperti yang dialami di negara-negara maju di Amerika Utara dan Eropa, hanya dialami mungkin 10 tahun, sebelum masuknya akses internet nirkabel melalui jaringan telekomunikasi selular.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Manic Monday] Pentingnya Simbiosis Antara Konten Dan Teknologi

Industri musik [rekaman] dan industri-industri konten lainnya bukan sebuah industri yang memiliki ilmu yang cukup pasti. Apabila dibandingkan dengan berbagai industri konsumsi lain, seperti bahan bakar minyak atau produk konsumen (FMCG atau rokok) yang potensi penjualannya dapat terukur dari survei konsumen, FGD sampai penawaran ke distributor. Hampir semua tahap pengembangan produk konsumen sudah terbentuk menjadi proses dan ilmu, dari riset, pengembangan produk, tes pasar hingga penjualan bebas. Berhubung industri konten merupakan sebuah industri yang menggantungkan keputusan pembelian terhadap sesuatu yang subyektif, sesuatu yang sebelumnya diterima pasar dengan baik, belum tentu akan diterima dengan baik lagi di masa datang.

Diterimanya sebuah konten itu sangat tergantung pada sebuah hubungan emosional yang dipancing oleh konten tersebut. Hubungan emosional ini dapat berupa apa saja: enak didengar sehingga membuat orang yang mendengarnya bahagia; mengingatkan suatu kenangan, atau bahkan ‘hanya’ berupa landasan supaya diterima di sebuah kelompok.

Baca selanjutnya di Dailysocial.

[Manic Monday] IVR Mungkin Masih Relevan Untuk Hiburan Digital

IVR, singkatan dari Interactive Voice Response, sebenarnya adalah teknologi yang cukup lama, dan mungkin pernah Anda pakai tanpa sadar. Biasanya sistem IVR ini digunakan oleh layanan pelanggan via telepon, yang berupa rekaman suara manusia mengikuti menu tertentu, yang bisa diakses dengan memencet tombol angka telepon. Sistem IVR akan merekam nada DTMF yang keluar (tiap tombol telepon memiliki nada DTMF sendiri, untuk angka 0-9 dan tanda * dan #), dan mememanggil menu yang sesuai dengan pilihan pelanggan. Misalnya: tekan 1 untuk informasi produk, tekan 2 untuk pemesanan, dan seterusnya. Nah, sudah pernah kan?

Yang mungkin belum diketahui banyak orang adalah, layanan IVR ini sudah banyak digunakan untuk hiburan digital, bahkan dari awal tahun 2000-an. Di masa itu, ada beberapa perusahaan membuka nomor premium (biasanya berkepala 0809) untuk menjual ringtone dan wallpaper. Caranya dengan mempromosikan berbagai kode download pada media massa, misalnya angka 12345 untuk lagu /Rif.

Baca selanjutnya di Dailysocial.